Because You’re Smile To Me..

Avivi adalah gadis berjilbab berusia 17th yang duduk di universitas bahasa asing smester pertama. Avivi yang selalu bermuka pucat bagaikan mayat hidup, itu terjadi karena avivi mengidap  penyakit dalam yang sudah sangat kronis. Yaitu Leukimia yang menyerang tubuhnya sejak umur 9 tahun.. Avivi adalah gadis yang sangat pendiam, Jutek , dan tak banyak bicara. Kegiatan sehari harinya selalu saja diimbangi oleh orang tuanya. Karena orang tuanya tau, terakhir avivi cuci darah, avivi divonis bisa hidup dalam waktu 1 bulan lagi,, karena sebagian isi dari sel darah dan plasma darahnya sudah dipenuhi oleh virus mematikan.Avivi tau ia divonis seperti itu.

                Hari itu, avivi pergi ke tempat kuliah seperti biasanya,, hari itu benar benar avivi ngotot untuk tidak diantarkan ke sekolahan oleh ayahnya. Avivi ngotot mau belajar berangkat sendiri. Akhirnya, ayahnya pun menyetujuinya, karena avivi yang memaksa. Dijalan ketika avivi berangkat kuliah dengan sepeda nya, tiba tiba, dijalan avivi merasakan pusing yang amat sangat dahsyat, yang menimbulkan avivi jatuh pingsan. Untunglah ada seorang pria yang membantunya. avivi tak sadarkan diri beberapa jam.

                Ketika avivi sudah sdarkan diri, avivi terbangun dari tidurnya, ketika avivi membuka mata nya, ada seorang laki2 di sebelah kirinya tersenyum ketika avivi membuka mata. Hati Avivi Seakan Berkontraksi, dan membuat avivi bangun dari tempat tidurnya dengan tercengang. Lalu avivi memandang ke kanan ternyata ada ayahnya… “Kamu dibilangin dari tadi sama ayah, jangan berangkat sendiri, sekarang tau akibatnya !” kata ayah avivi. “ayah, avivi pengen normal seprti anak rmaja yang lain.. avivi pengen ngerasain indahnya masa masa avivi.. !” kata avivi… “ayo, kita pulang,! Kita istirahat saja di rumah.!” Kata ayahnya. Avivi seketika memandang laki laki itu. Laki laki itu lagi lagi tersenyum sambil mengaanggukan kepalanya. Hati avivi pun lagi lagi berkontaksi. Ada sesuatu yang sangat aneh. “ayo pulang !!!” kata ayah nya. Lalu avivi pun pulang bersama ayahnya dengan mobilnya. Dan meninggalkan sepeda nya di depan rumah laki laki itu..

                Keesokan harinya, laki laki itu mencari alamat rumah avivi.. setelah dapat, laki laki itu tanpa pikir panjang, langsung pergi ke rumahnya avivi dengan sepeda avivi yang di tinggalkan di depan rumah laki laki itu. Ketika Laki laki itu mengetuk pintu rumah nya, avivi pun membuka pintunya dengan baju tidur dan ciput yang menutupi rambutnya, Laki laki itu tersenyum sambil berkata “asalamualaikummm”.. Avivi tak menjawabnya Hati avivi kembali berkontraksi sangat cepat. Membuat avivi kembali tercengang. “Wwwalaiku-mm-ss-al-am” kata avivi ragu. “Maaf, Kemarin sepeda kamu ditinggal di halaman depan rumah aku, ini saya antarkan sepedanya, udah sembuh?” kata laki laki itu.. “emm,Iya trimakasih, udah mau nganterin, alhamdulilah aku udah mulai membaik.” Kata avivi.. “syukurlah,, yasudah saya pulang ya,,!” kata laki laki itu.. tubuh avivi tiba tiba lelah tak karuan ketika laki laki itu berkata seperti itu. “Kenapa?” Kata laki laki itu. “siapa nama kamu, aku pengen maen sama kamu !” kata avivi. “Loh main,,? Kamu harus istirahat penuh,! Biar kamu cepat sembuh lagi! Nama aku Radit.!” Kata laki laki itu. “Aku gak mau tau, hari ini aku pengen main sama kamu! Please, aku merasa beban ku hilang.!” Kata avivi..  “ya sudah aku mau,, em nama kamu siapa?” kata radit. “nama aku avivi. Tunggu sebentar ya, aku mau pake, kerudung dulu.” kata avivi. Avivi pun sesegera mengganti baju nya dengan mengenakan kerudungnya. “aku udah siap,, yuk !” kata avivi dengan menggunakan stelan baju gamis. “subhanallah, kamu terlihat sangat cantik mengenakan pakaian itu avivi !” kata radit takjub. “trimakasih radit,,! Ayo kita pergi” kata avivi. “Pergi kemana?” kata radit. “ke tempat yang indah, tempat yang bisa buat aku tenang!” kata avivi. “oke,, aku tau tempatnya.” Kata radit…

                Merekapun pergi dengan menggunakan sepeda, avivi di bonceng oleh radit. Setelah sampai di tempat yang dimaksud oleh radit. Avivi tercengang kembali sambil berdiri. “Kamu suka?” kata radit .. “ ya aku suka” kata avivi. Mereka ada di sebuah taman bunga dengan sebuah tajug kecil di tepi kolam ikan. “kamu udah pernah kesini” kata radit. “belum,, aku belum pernah datang ketempat seindah dan setenang ini” kata avivi. “karena kamu tau? Kamu orang pertama yang aku ajak ke tempat ini” kata radit. “ o ya?” kata avivi.. “iya vi, ini tempat yang biasanya aku kunjungi ketika hati aku galau.” Kata radit, “radit, kamu masih sekolah?” kata avivi. “of course!” kata radit,, “Sekolah dimana?” kata avivi. “aku lagi kuliah di Universitas Kedokteran ahli penyakit dalam” kata radit. “hah??? Koq kamu gak keliatan kaya yang udah kuliah?emang usia kamu berapa?” kata avivi. “20 tahun vi, minggu depan juga kaka udah mau wisuda lo !” kata radit. “hah? 20 tahun? Kirain aku 17 tahun ! yaa,, jadi aku panggil kamu kaka donk ya?” kata avivi. “terserah kamu saja vi,, panggil apapun juga gak papa” kata radit. “berarti kalo aku panggil ‘jamrong’ juga gak papa dong !” kata avivi sambil tertawa terbahak bahak. “berarti kalo kamu panggil aku jamrong, kamu aku panggil ‘TERI’” radit dan avivi tertawa terbahak bahak. Setelah lama kemudian akhirnya mereka pulag

                Tidak biasanya avivi bisa tertawa seperti ini. Avivi merasakan sesuatu yang sangat aneh, radit pun begitu. Mereka merasakan nyaman ketika berdua. Tertawa dengan girang, karena avivi tau, hidupnya hanya bisa bertahan 1 bulan lagi. 1 minggu kemudian havivi sudah ada di taman bunga yang radit kenalkan minggu lalu. Avivi datang karena avivi tau, hari ini adit sudah wisuda. Seketika itu radit pun datang, dengan lagak yang sangan aneh dan lucu mengenakan seragam wisuda. Saat avivi tertawa, darah keluar dari hidungnya. “kamu sakit?” kata radit. “emm enggak ko, ini mimisan biasa deh kayaknya” kata avivi. “Kamu sakit apa?” kata radit. “em,, enggak ka ! aku gak sakit.!” Kata avivi menundukan kepalanya. “kamu kanker ! iya kan!” kata radit. Avivi tiba tiba tercengang lemah,, “aku gak berani nyebut itu, aku gak mau dijauhin, aku gak mau orang tau! Tapi aku harus mengatakan nya ! aku kanker darah, aku Gadis Leukimia” kata avivi.. “Heyy?? Ngomong apa sih? Kaka bakalan jadi teman kamu selamanya, dan semau kamu, kaka janji, kamu mau?” kata radit. “1 minggu berlalu, minggu ini pun akan segera berlalu, usia ku tidak lama lagi, 1 bulan udah berkurang 2 minggu ! artinya tinggal 2 minggu lagi ka !” kata avivi..

                sambil tersenyum memandang mata avivi dengan tajam “Aku akan buat mimpi indah mu,aku akan menabung untuk untuk masa depanmu, boleh aku pandang wajahmu dengan senyumanku? Kamu harus optimis, hidupmu akan lebih indah dan lebih lama” kata radit. “mustahil, hidupku lebih indah dan lama. Toh kenyataan na penyakit ini membuat tubuhku sakit, saeakan sabagian tubuh ini telah di makan oleh belatung !” kata avivi menangis. “hey,, jangan nangis, aku lagi bahagia lo, sekarang izinkan aku buat memandang kamu sepuas aku dengan senyumanku, dan izinkan aku bust jadi seseorang yang baru yang ingin tinggal dihatimu yang selalu kamu ingat dan buat kamu tenang. Boleh” kata radit “Aku sayang sama kaka, aku pengen hidup bahagia dalam sisa waktu 1 minggu!! Aku pengen tinggal di hati kaka selamanya, walaupun nanti aku sudah tidak ada. Aku pengen jadi orang yang kaka bisa kenang semau kaka!” kata avivi. “iya kaka juga sayang sama vivi. Kaka bakalan hidup di hati vivi selamanya, kaka bakal vivi kenang seumur hidup vivi. Meskipun kaka harus pergi duluan sebelum vivi” kata radit sambil memandang dengan tajam dan tersenyum. Hati avivi kembali berkontraksi dengan cepat setiap kali dipandang dengan senyuman radit. Serasa avivi melepaskan beban yang sangat berat,,

                6 hari, avivi menjalani hidup dengan senyuman dan tak merasakan sedikitpun rasa sakit. Hari harinya penuh dengan tertawa ketika radit selalu memndang nya dengan senyuman nya, yang selalu membuat hati avivi berkontraksi setiap saat.

                “kaka,, bagaimana ya ka kalohari ini adalah hari terakhir avivi bisa bareng sama kaka.?” Kata avivi “vivi bakalan hidup di hati kaka meskipun diantara kita akan hilang” kata radit.. “hari esok avivi akan datang kesini lagi, semampu avivi, karena jika hari esok avivi jadi pulang, vivi pengen bersandar di bahu kaka saat vivi pergi ! tap kaka tu gak? Vivi gak pernah rasain sakit lagi kalo lagi sama kaka,!!” kata vivi .. “vivi ,, sebetulnya hari ini kaka udah selesai menabung untuk masa depan vivi” kata radit “maksudnya apa ka?” kata vivi.. “Kita lihat saja besok,, siapa yang bisa datang ke taman ini, dialah pemenangnya dan akan hidup bahagia dan lebih lama..oke?” kata radit. “oke siap !” kata vivi.

                Keesokan harinya, avivi datang ke taman,, tapi tak melihat radit. Yng hanya vivi lihat adalah sebuah rumput yang telah diukir menjadi tulisan “I LOVE YOU AVIVI” di taman itu. Dan avivi menemukan sebuah surat yang didalamnya tercatat alamat. Tepatnya alamat itu adalah alamat Rumah Sakit yang biasanya radit bekerja disana. Avivi pun segera pergi kesana.

                Ketika datang ke rumah sakit,, yang avivi lihat semua orang memakai stelan baju hitam dan memndang avivi yang satu satunya memakai baju gamis putih berkerudung.. salah seorang suster di rumah sakit itu datang menghampir avivi dan menyapanya “anda avivi?” kata suster itu. “iya,, ka radit mana? Aku pengen ketemu!!” kata avivi. “ini surat dari almarhum Dr.Radit Herlambang” kata suster tersebut.. “apa??? Almarhum Dr.Radit herlambang ! maksudnya apa sus?” kata avivi. Suster pun langsung pergi meninggalkan avivi. Avivi langsung membaca surat dari radit

 

Dear Avivi Bidadari surgaku

                Vivi, maafin kaka ya? Kaka pergi gak pamitan, kaka pergi gak bilang sama vivi.. kaka lakuin itu karena kaka sayang sama vivi.. sekarang vivi bisa hidup lebih lama, vivi bisa merangkai masa depan vivi dengan indah. Pasti vivi bertanya ‘terus gimana masa depan kita dan masa depan kaka?’ masa depan kaka udah berakhir sampai hari ini, kaka harus kembali, masa depan kita ada dihati kita.. kaka akan kenang vivi selamanya, semoga vivi pun seprti itu. Jadikanlah kaka sebagai seseorang yang selalu hidup dan selalu vivi ingat yang membuat hati vivi tenang. Meskipun kaka tau suatu saat nanti vivi bakalan dapetin seorang laik2 yang bisa dampingin vivi selamanya.

                Lalu tentang masalah kenapa kaka harus kembali, sebetulnya setiap kali kaka memandang vivi dengan senyman kaka, kaka ngerasain sakit yang pernah vivi rasain, kaka memang egois,, kaka gak pengen kehilangan kamu lebih dulu.. karena kaka gak siap kehilangan vivi. Jadi setiap kaka memndang vivi dengan senyuman kaka, sedikit demi sedikit, kaka bisa membuat penyakit vivi ditransfer ke tubuh kaka. Dan hari kemarin adalah hari terakhir kaka mentransfer kan seluruh penyakit vivi ke tubuh kaka.. KAKA SUDAH KEBALI DAN HARUS KEMBALI..! vivi jangan merasa kehilangan ya,, karena kaka udah janji kaka bakalan tinggal dihati vivi buat selamanya. Begitupun vivi di hati kaka. Setelah vivi baca surat ini vivi jangan temui kaka dan jangan menangis. Karena kaka sudah terbaring lemas, tak berdaya yang nanti akan kembali menjadi tanah, dan kembali sama allah !!! I MISS  YOU VIVI !!!

Radit Herlambang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s